EQUATOR-TV, TARAKAN – Upaya mewujudkan Kota Tarakan yang inklusif kembali mendapat dorongan baru melalui kerjasama AYS Indonesia dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Cabang Tarakan yang dilaksanakan pada hari Minggu (06/7/25) di AYS Indonesia, Kota Tarakan.
Kegiatan bertema “Bahasa Isyarat adalah Nafas Kami” ini menjadi langkah nyata untuk membuka lebih banyak ruang bagi pemuda mendukung hak dan aksesibilitas penyandang disabilitas, terutama komunitas tuli.
Tarakan sendiri sejak 2021 telah dinobatkan UNESCO sebagai Kota Inklusif. Status tersebut menjadi pemicu lahirnya berbagai program untuk memperkuat layanan publik yang ramah disabilitas. Wali Kota dr. Khairul juga menegaskan pentingnya membangun budaya inklusi agar Tarakan benar-benar menjadi kota yang terbuka dan setara bagi semua.
Ketua Gerkatin Tarakan, Sehlla, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada AYS Indonesia atas komitmen yang sudah terjalin lama. Ia menyoroti pentingnya peningkatan jumlah Juru Bicara Isyarat (JBI) di Tarakan yang saat ini masih kurang dari 10 orang.
Muhammad Abrar Putra Siregar, selaku Founder AYS Indonesia, juga menekankan bahwa inklusi sosial harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya beban pemerintah. “Sebagai kota inklusif, Tarakan harus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Dengan memperkenalkan bahasa isyarat, kami berharap dapat menumbuhkan minat anak muda untuk mengambil peran bersama rekan-rekan disabilitas dan menjadi bagian dari perubahan,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tarakan, Arbain, S.E., M.A.P., juga memberikan dukungan penuh atas langkah ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada AYS Indonesia yang telah menjadi garda terdepan dalam mendorong kepedulian terhadap penyandang disabilitas, terutama di kalangan pemuda. Semangat seperti ini sangat dibutuhkan untuk membangun Tarakan yang inklusif dan berkeadilan,” tuturnya.
Inisiatif ini tidak hanya berhenti di pengenalan bahasa isyarat. AYS Indonesia juga mulai merancang kurikulum inklusif yang memuat edukasi sosial, termasuk materi terkait bahaya narkotika, agar dapat diakses komunitas disabilitas secara lebih adil dan partisipatif.
AYS (Association of Young Sustainability) Indonesia adalah organisasi kepemudaan yang lahir di Kalimantan Utara dan bergerak di bidang keberlanjutan, pendidikan, serta pemberdayaan sosial. Dengan visi membangun masa depan yang inklusif melalui kolaborasi dan aksi nyata lintas komunitas. (*)










