
Tarakan – Marak ditemukannya aksi oknum sopir mobil pick up yang ugal-ugalan dan tidak menghormati para pengguna jalan lainnya banyak dikeluhkan sejumlah warga. Mirisnya ketika warga melihat plat nomor kendaraan dan melakukan pengecekan melalui aplikasi Samsatku, ternyata data nya cenderung tidak ada, dan ada yang tidak sesuai dengan jenis mobilnya. Diduga mobil-mobil jenis memiliki surat palsu atau tidak memiliki surat sama sekali alias diduga Bodong.
Hal ini diungkapkan sejumlah warga, sebut saja Irul warga pasir putih, saat sedang melintas jalan bhayangkara pada Minggu pagi sekitar pukul 11.00 WITA. Saat itu sebuah pick up jenis carry satu arah melaju kencang dari arah belakang menerobos kubangan tanpa mengurangi kecepatan sedikitpun. Akibatnya Irul yang sedang saat itu melintas pelan terkena cipratan dan menjadi basah kuyup.
Karena kesal, Irul memilih mengikuti kendaraan itu laju kencang, maksudnya ingin menegur si sopir yang sikapnya sangat membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Saat saya mengikuti mobil pick up itu ke daerah kampung bugis, saya sempat melihat plat kendaraan yang sedikit mencurigakan. Jadi saya cek di aplikasi samsat ternyata tidak terdaftar sama sekali. Saya kesal karena si sopir, karena tidak sopan dijalan raya dan tidak menghargai orang lain”, katanya.
Irul mengakui terus mengikuti kendaraan itu untuk memperhatikan sikap si sopir yang sama sekali terkesan tidak merasa bersalah ataupun menunjukan penyesalannya, Ditambah kendaraan yang digunakan pun dengan identitas palsu.
“Kondisi ini bukan hanya terjadi sekali dan dua kali saja. Saya juga pernah ikuti sebuah kendaraan lainnya, anggap saja sebuah truck angkutan di daerah gunung selatan yang hampir membuat pengendara motor lainnya terjatuh. Saya ikuti dan melihat plat nomor kendaraannya. Begitu saya cek di aplikasi samsatku, ternyata datanya tidak ada”. Ungkap Irul.
Irul meminta agar petugas satuan lalu lintas dari Polres Tarakan dan Dinas Perhubungan gencar untuk menertibkan kendaraan ini, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Upaya pencegahan sangat perlu dilakukan.
“Kita tidak minta-minta terjadinya kecelakaan.Tapi kalau misalnya benar terjadi, terus sopirnya enggan bertanggung jawab alias melarikan diri, sementara kita berpatokan dengan plat kendaraan yang belum bisa dipastikan kebenarannya, maka kita akan kehilangan jejak, tidak bisa melacak kendaraan itu. Karena itu pihak yang berwenang dipandang sangat perlu untuk ditertibkan”. Tegasnya.
Selain itu, Irul juga mengungkapkan jika kendaraan ini ditertibkan, tentu juga berdampak pada meningkatnya PAD Tarakan, karena dari sikap pengendara seperti ini terlihat enggan untuk berkontribusi terhadap daerah, sementara mencari nafkah juga di Tarakan, dan menggunakan fasilitas daerah seperti Jalan raya.
“Kalau tidak mau berkontribusi untuk daerah yang jangan pakai jalanan di Tarakan atau jangan pakai fasilitas publik di Tarakan, silahkan ditempat lain saja”, jelasnya.
Irul juga berharap, agar petugas juga selalu melakukan razia atau kontrol dikawasan jalan gunung selatan dan Bhayangkara, mengingat kendaraan yang diduga bodong ini sering melintasi jalan ini untuk mencari aman, dan bisa mengelabui petugas.
“Paling tidak juga harus ada pos pengawasan ditempat ini. Jika pihak berwenang intens melakukan pengawasan dan patroli, saya yakin akan banyak kendaraan yang diduga bodong ditemukan. Sudah saatnya pihak berwenang mengambil sikap antisipasi. Jangan sudah terjadi baru mengambil tindakan, karena pengawasan sebagai upaya pencegahan juga masuk dalam tugas dan fungsi dinas terkait, seperti Satlantas Polres Tarakan dan Dinas Perhubungan. Semoga pihak terkait bisa cepat mengambil tindakan dengan memanfaatkan Operasi Zebra Tahun 2022”, tutupnya. (RM)









