EQUATOR TV, TARAKAN, Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi, baik internal maupun eksternal kampus di Tarakan, berkumpul untuk melakukan aksi demo menuntut kestabilan harga rumput laut, pada Senin pagi.
Aksi demo yang berlangsung di halaman Kantor DPRD Tarakan sekitar pukul 10.00 WITA ini, menegaskan tiga tuntutan utama yang ingin disampaikan.
Dicki Nuralam selaku Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (BEM UBT) menyebutkan bahwa proses perencanaan aksi ini telah dimulai sejak tanggal 20 Oktober kemarin, melalui rapat konsolidasi pertama yang fokus pada aspek organisasi kemahasiswaan. Dalam rapat ini, mereka kemudian membahas berbagai hal penting lainnya, mulai dari pemilihan koordinator lapangan (Korlap) hingga penyusunan timeline aksi, termasuk juga permasalahan ketidakstabilan harga rumput laut di daerah.
Dicki Nuralam menjelaskan : “Ada tiga tuntutan utama yang kami sampaikan dalam aksi ini, yang pertama, menuntut pemerintah untuk merealisasikan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Kedua, menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas ketidakstabilan harga rumput laut di Kalimantan Utara, khususnya di Tarakan. Dan yang ketiga, ingin pemerintah menandatangani dan menyetujui surat perjanjian yang akan dibuat bersama”, ujarnya.
Dalam surat perjanjian ini dibahas beberapa poin penting yang dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah ketidakstabilan harga rumput laut. Salah satu pertimbangan dalam surat perjanjian ini adalah mengusut tuntas praktik mafia atau monopoli dalam bisnis rumput laut.
Selain itu, dalam surat perjanjian juga ada solusi lain yang diusulkan, yaitu mempercepat sistem risiko komoditi rumput laut. Hal ini diharapkan dapat membantu menciptakan kestabilan harga rumput laut di wilayah tersebut.
Aksi demo ratusan mahasiswa ini berlangsung di bawah pengawasan ketat dari ratusan personel kepolisian dari Polres Tarakan. Mereka menjaga situasi di sekitar Kantor DPRD Tarakan untuk memastikan agar aksi berjalan damai dan tertib.
Aksi demo ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana mahasiswa aktif dalam menyuarakan isu-isu penting yang memengaruhi masyarakat, khususnya terkait dengan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat nelayan di Tarakan. Dengan tiga tuntutan utama yang mereka sampaikan, para mahasiswa berharap dapat mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan yang konkrit guna menjaga kestabilan harga rumput laut di daerah tersebut.











