EQUATOR-TV, TARAKAN – Pada hari Senin (01/04), pukul 15.00 di sepanjang kawasan Sebengkok Tarakan, Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) Kota Tarakan, menggelar kegiatan tes hasil uji sampel makanan dan minuman untuk berbuka puasa (takjil).
Kegiatan yang dilakukan di beberapa titik stand takjil di Tarakan ini, mengambil salah satu sampel, yaitu di kawasan area Sebengkok.
Walaupun BPOM sebelumnya juga telah melakukan pengujian dan pengawasan di kawasan Marconi, serta lokasi lain yang banyak menjual takjil.
Petugas BPOM melakukan pembelian beberapa takjil, seperti es buah, minuman berwarna, kue-kue basah dan jajan pasar lainnya, untuk selanjutnya dilakukan pendataan terkait : nama stand takjil, jenis makanan dan minuman yang dijual, harga, serta nomor telepon penjual. Kurang lebih ada sekitar 15 macam jajanan takjil yang telah berhasil di data, untuk dilakukan uji sampel, yang hasilnya menyatakan bahwa makanan dan minuman tersebut telah memenuhi syarat dan lolos uji sampel.
Selain itu, BPOM juga memastikan bahwa beberapa takjil yang dijual tidak mengandung zat berbahaya seperti formalin, boraks dan sejenisnya.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Harianto Baan selaku Kepala BPOM Tarakan, bahwa “Kami telah turun ke lapangan langsung dalam rangka jelang Idul Fitri untuk memastikan bahwa takjil yang dijual selama bulan puasa ini, telah lulus uji sampel dan dinyatakan tidak mengandung bahan zat berbahaya untuk dikonsumsi”.
Harianto juga menambahkan, “Dari banyaknya sampel yang diselidiki di beberapa kota dan kabupaten, ternyata terdapat 5 makanan dan minuman yang tidak lolos uji sampel, yaitu yang berasal dari bahan makanan ilegal. Hal tersebut yang harus ditindaklanjuti hingga ke jalur hukum pidana, serta bagi penjualnya juga dapat dikenakan sanksi serta teguran khusus dari pihak BPOM”.
Lebih jauh lagi, BPOM juga berharap, kualitas makanan dan minuman yang dijual selalu dalam keadaan fresh, baik dari sisi pembuatan maupun bahan dasar yang digunakan, seyogyanya berasal dari bahan-bahan yang alami, yang tidak menyebabkan kerugian bagi yang mengkonsumsinya.










