EQUATOR-TV TARAKAN – Setelah sukses digelar di Kecamatan Tarakan Timur, Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Tahun 2025, kembali dilanjutkan secara bergilir ke Tingkat Kecamatan Tarakan Tengah, pada hari Selasa pagi (04/02/25).
Camat Tarakan Tengah, Andry Rawung, S.STP, M.H., sebagai pelaksana kegiatan Musrenbang di wilayah ini, menerima PJ Wali Kota Tarakan, Dr.Bustan SE, MSi, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut di Ruang Pertemuan Kantor Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan.
Musrenbang kali ini, dihadiri oleh anggota DPRD Dapil 1 Tarakan, Kepala Bappeda Litbang, Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kota Tarakan, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Tarakan Tengah, Kepala KUA Tarakan Tengah, Lurah Se-Kecamatan Tarakan Tengah, Ketua Organisasi Kemasyarakatan Kecamatan Tarakan Tengah dan Forum Anak Kecamatan Tarakan Tengah.
Dengan mengusung tema “Meningkatkan Daya Saing Daerah yang Didukung oleh Kualitas SDM, Ekonomi Inklusif, dan Infrastruktur Berkelanjutan melalui Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif dan Responsif” ini, pemerintah mencoba merancang pembangunan yang lebih strategis dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Pj. Wali Kota menekankan bahwa Musrenbang adalah program yang sejalan dengan amanat UU No.25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, yang mengarahkan perencanaan pembangunan agar lebih terstruktur dan efektif. “Semua perangkat daerah bergerak tidak secara persial tetapi juga secara integrasi yang menyasar tema sesuai dengan RKPD yang telah diberikan. Sehingga pembangunan menyentuh masyarakat. Dan benar-benar mencari solusi untuk memecahkan permasalahan terkait dengan masalah pembangunan di wilayah Kota Tarakan.” ucap Bustan.
Hal senada juga disampaikan Camat Tarakan Tengah, Andry Rawung. “Musrenmbang pada hari ini merupakan tahap akumulasi dari tahapan-tahapan Musrenmbang sebelumnya. Kita ada tahapan rembug warga di tiap-tiap RT, musyawarah tingkat kelurahan. Dan semua usulan ini sudah pernah terbahaskan, ini hanya mengakumulasi dan kami hanya meneruskan dan usulan-usulan ini sebagian besar sudah terverifikasi. Dan hari ini hanya pemantapan dan menangkap isu-isu yang belum terekam oleh kami,” jelas Andry.
Dalam rembug yang telah dilaksanakan, telah menghasilkan 704 usulan, yangmana diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp. 59.411.707.550,-, dengan rincian 7 Isu Strategis & Prioritas Permasalahan yakni Kebutuhan Infrastruktur Dasar, Penanganan Banjir, Penanganan Bencana Tanah Longsor, Pengelolaan Persampahan, Pos PMK pada Kawasan Padat Penduduk, Kemacetan dan Program Pemberdayaan Masyarakat.
Pj. Wali Kota menekankan bahwa proses perencanaan pembangunan harus tetap berlandaskan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan sejalan dengan kebijakan pembangunan yang telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dengan demikian, setiap program yang dirancang dapat mendukung kebijakan nasional dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Melalui Musrenbang ini, diharapkan dapat dihasilkan program prioritas yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih maju, terarah, dan berkelanjutan (VT)










