EQUATOR-TV, NUNUKAN – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, SE, M.Si mengapresiasi kunjungan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) ke perbatasan di Kaltara pada Selasa (06/05/2025). Kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan perbatasan negara dan infrastruktur di daerah perbatasan.
Sebelumnya, Ingkong Ala juga telah melakukan kunjungan kerja perdananya ke wilayah perbatasan, seperti Apau Kayan di Kabupaten Malinau dan di Long Bawan, Kecamatan Krayan Induk, Kabupaten Nunukan. Dalam kunjungannya, Wagub Ingkong bersama Gubernur Kaltara, Dr.H.Zainal A Paliwang, SH, M.Hum, meninjau langsung kondisi dan kegiatan di perbatasan serta mengevaluasi pengerjaan yang telah dilakukan sebelumnya.
“Dengan kunjungan BNPP ke perbatasan di Kaltara kali ini, diharapkan dapat meningkatkan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan perbatasan negara,” ujar Wagub Ingkong, pada Rabu (07/05/2025). “BNPP sudah meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Long Nawang (malinau) dan melihat langsung kondisi perbatasan di Krayan (Nunukan), warga di perbatasan menyambut dan bersilahturahmi dengan Sekretaris Utama BNPP Komjen Pol.Makhruzi Rahman,” tambahnya.
Selain tim BNPP, kunjungan juga diikuti oleh satuan kerja (Satker) Kementerian PUPR, yang juga meninjau langsung kondisi jalan di perbatasan. “Satker juga merespon baik harapan masyarakat agar ada perbaikan jalan, seperti dari Apau Kayan (Malinau) ke Long Bagun (Kaltim) dan jalan Malinau-Krayan (Nunukan),” ujar Wagub Ingkong.
Sementara itu, Komjen Pol.Makhruzi Rahman mengungkapkan, bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan termasuk di Kaltara, merupakan bagian prioritas program strategis nasional. “Saat ini sudah ada 15 Pos Lintas Batas (PLBN) terpadu di seluruh Indonesia, termasuk tiga di antaranya yang berada di Kalimantan Utara, yakni PLBN Sei Nyamuk di Pulau Sebatik, PLBN Labang di Kabupaten Nunukan, dan PLBN Long Nawang di Kabupaten Malinau,” ungkap Makhruzi.
“Keberadaan PLBN telah terbukti menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mendorong aktivitas masyarakat dan memperkuat konektivitas di kawasan perbatasan,” ujarnya.
BNPP siap memberikan dukungan penuh dalam setiap langkah percepatan pembangunan di wilayah perbatasan, baik melalui perencanaan lintas sektor maupun penguatan koordinasi kelembagaan. “Kami hadir untuk mendengar langsung aspirasi daerah dan memastikan program pembangunan perbatasan berjalan tepat sasaran. Kalimantan Utara adalah wilayah strategis, dan sudah seharusnya mendapatkan perhatian khusus,” tutupnya.(*)










