EQUATOR-TV, BULUNGAN – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si melepas sebanyak 416 mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 32 desa di wilayah Kabupaten Bulungan, pada Rabu (18/6/2025), bertempat di Aula Rumah Jabatan Bupati di Jalan Jelarai Raya, Tanjung Selor. Peserta KKN ini akan terbagi dalam 32 kelompok, yang masing-masing ditempatkan di satu desa.
Program KKN UBT ini, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan dua kali dalam setahun. Pada periode kedua tahun 2025, sebanyak 1.540 mahasiswa disebar ke lima kabupaten/kota di Kaltara, dengan Bulungan sebagai salah satu tujuan utamanya.
Di momen tersebut, Syarwani menyampaikan berbagai program strategis dan prioritas pembangunan, khususnya di sektor pertanian, seperti “Mandau Tani”, yakni strategi pembangunan pertanian yang terintegrasi dari hulu ke hilir, dengan melibatkan para pemangku kepentingan termasuk akademisi.
Di Desa Sajau Hilir misalnya, saat ini telah terdapat sekitar 300 hektar sawah produktif dengan rata-rata hasil panen mencapai 3–5 ton per hektar. Petani di desa tersebut mendapat dukungan dari Bulog yang membeli gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram, sesuai kebijakan nasional. Sebanyak 150 ton gabah telah berhasil dipasarkan melalui skema ini, membuktikan bahwa sektor ini mampu menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Bulungan juga telah menggencarkan program “Muda Berdaya” melalui pembentukan Brigade Tani, yang melibatkan generasi muda. Tercatat ada 21 Brigade Tani yang tak hanya menggarap lahan, tetapi juga mengembangkan inovasi dan bisnis berbasis pertanian.
Selain berfokus pada padi, daerah seperti Desa Gunung Putih dan Desa Apung, mulai mengembangkan komoditas jagung dan peternakan ayam potong, bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk Polda Kaltara.
Sementara itu, di Desa Antutan dan Pejalin, potensi kakao mulai dikembangkan hingga menghasilkan produk olahan bubuk dan cokelat batangan, dengan nilai jual mencapai lebih dari Rp100.000 per kilogram cokelat kering. Semua program dijalankan secara kolaboratif bersama kepala desa, camat, dan seluruh OPD, agar selaras dengan RPJMD kabupaten dan RPJMDes. Keberadaan mahasiswa KKN diharapkan dapat menjadi penghubung informasi, serta mitra aktif pemerintah dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan di tingkat desa (Adv.Bul)










