EQUATOR-TV, TARAKAN – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., pada Selasa pagi (24/6/2025) mendampingi langsung kunjungan tim dari Kementerian Sosial RI dalam rangka meninjau kesiapan lokasi pendirian Sekolah Rakyat di Kota Tarakan.
Kunjungan kementrian ke Balai Latihan Kerja (LLK) Kelurahan Kampung Enam ini, direncanakan menjadi titik awal pelaksanaan program pendidikan berbasis pemberdayaan tersebut. Turut hadir dalam peninjauan ini antara lain Pekerja Sosial Ahli Muda Kementerian Sosial Edy Santoso, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait seperti Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Sosial, Kepala DPUPR, Kepala DPRKPP, dan Kepala DPTK Kota Tarakan.
Tim meninjau langsung berbagai aspek sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pendidikan, mulai dari ruang kelas, laboratorium, asrama, perpustakaan, hingga fasilitas pendukung untuk guru.
Pada kesempatan ini Khairul menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekedar tempat belajar, melainkan upaya strategis dalam memutus rantai kemiskinan. “Anak-anak yang sekolah di Sekolah Rakyat, orang tuanya akan diberdayakan agar bisa keluar dari garis kemiskinan. Dengan pendidikan yang layak, ekonomi keluarga juga bisa meningkat,” ujarnya.
Program ini menargetkan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, dengan pendekatan pendidikan terpadu dan dukungan pemberdayaan keluarga. Pemerintah Kota Tarakan menunjukkan komitmennya dengan menyiapkan kuota awal sebanyak 100 siswa, terdiri dari 50 siswa tingkat SD dan 50 siswa tingkat SMP. Proses seleksi akan dilakukan secara ketat untuk memastikan bahwa siswa yang terlibat benar-benar berasal dari keluarga kurang mampu dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, pendirian Sekolah Rakyat di Tarakan diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan sosial berbasis pendidikan yang efektif, serta memperkuat komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh anak bangsa(*)










