EQUATOR-TV, TARAKAN – Bagi Anda pencinta bakery, jajanan baru ini, bisa jadi pilihan menarik. Bakery legendaris asal Tanjung Selor, Bulungan yang sudah membuka gerainya sejak 4-5 tahun lalu ini, kini hadir di Kota Tarakan.
“Jempol Bakery”, sebuah gerai roti baru yang tidak hadir dalam bentuk toko seperti biasanya, namun melayani pembeli lewat mobil bakery keliling, yang saat ini mangkal di samping Stadion Datu Adil, Tarakan.
Kali ini, Tim Liputan Equator TV berkesempatan mewawancarai secara khusus penjualnya, Irfan, pada Senin pagi (25/8/2025). Ia memaparkan berbagai hal seputar sistem distribusi, kualitas produk, hingga rencana ekspansi ke depan.
Meski diproduksi di Tanjung Selor, ia memastikan seluruh produk yang dijual di Tarakan tetap dalam kondisi segar. “Sistem pengirimannya kita setiap hari ambil paket dari speedboat. Jadi tiap pagi, kita ambil di pelabuhan. Pengiriman bisa dua kali sehari. Kita usahakan roti ini selalu _fresh_ karena tidak pakai bahan pengawet. Daya tahannya cuma antara satu sampai empat hari,” ujarnya.
Dengan konsep mobil keliling dan kualitas produk yang sudah dikenal sebelumnya di Bulungan, tidak heran jika roti ini di Tarakan juga cepat habis dalam waktu singkat.
“Biasanya sekali pengiriman ada empat box. Dua hari saja sudah habis. Jadi dua hari sekali kita kirim lagi. Pokoknya nggak sampai tiga sampai empat hari itu roti sudah habis,” tambahnya.
Meski baru beroperasi satu bulan di Tarakan, omzet Jempol Bakery sudah menembus angka jutaan rupiah per harinya.
Sementara itu, untuk harga produk, cukup bervariasi dan ramah kantong, dari mulai 7 ribu, hingga 20 ribu. “Yang kacang keju harganya 8 ribu, ayam 10 ribu. Rata-rata harga roti dikisaran 7 ribu – 8 ribu . Paling mahal ada yang 20 ribu, tapi hanya beberapa item,” jelasnya.
Tak hanya soal rasa, ia juga memastikan legalitas dan keamanan produknya. “Perizinan masuk UMKM, sudah ada sertifikat halal, semua tertera di mobil,” katanya.
Adapun produk _best seller_ mereka di Tarakan meliputi, roti kacang coklat keju dan roti goreng ayam. “Ini produk Jempol yang paling dicari di Tarakan. Yang ini roti keju, yang satunya kacang keju, satunya lagi ayam goreng,” celetuk Irfan sambil menunjukkan produk dietalase mobilnya.
Jika permintaan terus stabil, Jempol Bakery berencana membuka tempat produksi langsung di Tarakan menjelang Ramadan mendatang. “Kalau omzet stabil, insya Allah produksi akan kita buka di Tarakan, mungkin menjelang puasa atau Lebaran,” ungkapnya.
Saat ditanya alasan memilih Tarakan, ia menyebut pasar di kota ini sudah lama menjadi incaran. “Dari dulu sudah ada rencana buka di sini. Banyak warga Tarakan yang kalau ke Tanjung, Berau, pasti beli roti ini buat oleh-oleh. Mereka sendiri yang menyarankan agar buka cabang di Tarakan,” jelasnya.
Jempol Bakery Tarakan beroperasi dengan dua unit, satu mobil dan satu gerobak. Selain mangkal, mereka juga mulai menjajaki sistem penjualan keliling. Dengan strategi distribusi yang konsisten, rasa yang khas, serta respon positif dari warga, tak heran jika Jempol Bakery dapat diterima dengan mudah oleh warga Tarakan. (RK)










