EQUATOR TV, BULUNGAN – Viralnya video salah satu warga Bulungan yang mengeluhkan pelayanan di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bulungan, belum lama ini menuai pro dan kontra.
Video berdurasi 53 detik menunjukan seorang pria yang tidak diketahui namanya tersebut, mengeluhkan soal pelayanan di Kantor BPN, yang menurutnya tidak melayani masyarakat dengan baik.
“Saya ini dikantor BPN Bulungan menunggu pejabatnya ketemu susah betul, bagaimana urusan mau lancar kalau pelayanan lambat,” keluh pria dalam video yang viral beberapa waktu lalu.
Atas Kejadian tersebut, hari ini tim Equator TV langsung mendatangi Kantor BPN Kabupaten Bulungan, untuk mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut.
Dalam wawancaranya dengan Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor BPN Bulungan, Muhammad Azhar Firdaus, S.E., disebutkan bahwa video tersebut memang benar direkam di loket kantor BPN Bulungan, namun pada saat kejadian bukan saat jam pelayanan.
“Videonya memang benar diambil disini. Itu pada Senin (11/8/2025), dan dia datangnya setengah 6 sore, jadi jelas sudah lewat dari jam layanan kami. Jam layanan resmi itu dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore,” ujarnya.
Azhar menambahkan, bahwa warga yang bersangkutan tidak memiliki janji dengan petugas maupun pejabat terkait, sehingga kedatangannya memang tidak terjadwal. Selain itu, informasi yang diminta warga tersebut juga tidak memiliki hubungan hukum langsung dengan pihaknya.
“Jadi bukan masalah benar atau salah, tapi memang waktunya sudah diluar jam pelayanan,” bebernya.
Lalu sambung Azhar yang ditanyakan pun tidak ada hubungan hukum dengan yang bersangkutan. Dan prinsipnya kalau ada pertanyaan soal pertanahan, itu harus sesuai dengan identitas pemilik atau pihak yang berhak.
“Kalau tidak, ya kami nggak bisa memberikan data karena itu menyangkut kerahasiaan,” jelasnya lagi.
Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, pihak kantor kembali mengingatkan masyarakat soal jam pelayanan. Selain itu, sistem antrian online juga telah diterapkan agar warga bisa lebih mudah mendapatkan pelayanan sesuai jadwal.
“Kami sudah menekankan ke petugas keamanan untuk memfilter siapa saja yang datang. Apakah memang mengurus layanan di loket secara online, punya janji dengan pejabat, atau sekadar bertanya,” tukas dia.
Melalui kejadian ini pihaknya berharap masyarakat memastikan jikalau dokumen atau berkas yang akan diurus telah sesuai dan memiliki dasar hukum dengan pemohon. (RT)










