EQUATOR TV, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara lewat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) terus bergerak menyiapkan arah pembangunan daerah. Salah satu langkah besar yang kini mulai digarap adalah penyusunan cetak biru atau blueprint ekonomi biru, sekaligus rencana pembangunan rendah karbon.
Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Litbang Kaltara, Dian Suryanata, MT, menjelaskan bahwa konsep ekonomi biru sebenarnya sudah pernah disampaikan sejak beberapa waktu lalu. Namun, agar lebih terarah dan jelas, tahun depan rencana tersebut akan dituangkan dalam bentuk cetak biru yang lebih rinci.
“Kalau dulu kan masih sebatas konsep besar, sekarang kita lagi siapkan dokumen lebih detail. Jadi nanti arahnya jelas, apa yang mau dicapai, langkah-langkahnya bagaimana, dan targetnya seperti apa,” ujar Dian saat di temui Tim Liputan pada Selasa (30/9/2025) lalu.
Ekonomi biru sendiri identik dengan pemanfaatan potensi sumber daya laut dan perairan, tapi tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.
Menurutnya, Kaltara punya kekayaan laut yang melimpah, sehingga pendekatan ini dianggap pas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Tidak hanya soal ekonomi biru, Pemprov Kaltara juga tengah menyiapkan langkah pembangunan rendah karbon. Program ini dikenal dengan nama Pembangunan Rendah Karbon Daerah atau PRKBI. Melalui PRKBI, pemerintah ingin memastikan pembangunan tetap berjalan, tapi dampak lingkungan juga diperhitungkan dengan serius.
“Intinya kita ingin pembangunan di Kaltara ini tetap maju, tapi jangan sampai merusak lingkungan. Misalnya, kita dorong pemanfaatan energi surya, pengembangan ekonomi hijau, sampai dengan inovasi ramah lingkungan lainnya,” jelasnya.
Rencana ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat yang mendorong daerah untuk ikut serta dalam menurunkan emisi gas rumah kaca. Kaltara, dengan posisi strategisnya di perbatasan dan kekayaan sumber daya alamnya, punya peluang besar untuk menjadi contoh pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tapi juga menjaga keberlanjutan.
Lewat dua program besar ini, pemerintah berharap Kaltara bisa menata arah pembangunan jangka panjangnya dengan lebih mantap. Cetak biru atau ekonomi biru akan menjadi panduan pengelolaan potensi laut dan pesisir, sementara PRKBI akan memastikan jalannya pembangunan tidak menambah beban lingkungan.
“Harapannya, masyarakat bisa merasakan manfaat pembangunan, tapi anak cucu kita juga masih bisa menikmati alam Kaltara yang lestari,” tutupnya. (RT)










