EQUATOR-TV, TARAKAN – Menanggapi polemik pemberitaan terkait rekrutmen lulusan SMK oleh PT. Kalimantan Aluminium Industri (KAI) yang dilakukan di luar Kalimantan Utara, Equator TV mencoba melakukan penelusuran informasi tersebut ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltara.
Dalam wawancaranya di Tarakan dengan Kepala Bidang Pembinaan SMK Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Arinda Susanti, pada Kamis siang (25/2/2026), ia menjelaskan bahwa perusahaan tersebut sebenarnya selama beberapa tahun terakhir telah aktif melakukan perekrutan di wilayah Kaltara, melalui skema school hiring.
Menurutnya, program tersebut bukan hal baru dan telah berjalan secara bertahap sejak 2024, khususnya untuk sekolah dengan jurusan teknik yang sesuai kebutuhan industri. Namun selama ini, recruitment tersebut tidak terpublish secara maksimal ke media.
“Jadi gini, kalau untuk PT.KAI selama beberapa tahun terakhir ini memang kalau untuk di SMK itu sudah melakukan school hiring namanya ya, jadi mereka merekrut, menyeleksi lulusan SMK di Kaltara. 2024 itu memang baru satu SMK, tapi di 2025 kemarin, itu tiga SMK, karena mereka membuka school hiring ini untuk SMK yang memang ada jurusan-jurusan yang mereka butuhkan gitu (jurusan teknik)”, jelas Arinda.
Ia menyampaikan bahwa koordinasi antara perusahaan dan Dinas Pendidikan selalu dilakukan sebelum pelaksanaan rekrutmen. Bahkan untuk tahun 2026, rencana perekrutan sudah dibahas dan cakupannya akan diperluas.
“Nah, untuk 2026 ini, memang sudah koordinasi juga dengan kami, mereka rencananya akan membuka untuk lebih banyak ke SMK lain. Makanya sudah ada permintaan data jurusan, jumlah lulusan dan jurusan-jurusan. Dan setahu saya kalau untuk di Kaltara ini selain mereka melaksanakan hiring, juga melaksanakan job fair untuk di Bulungan dan juga untuk di kota lain,” ucapnya.
Arinda menambahkan, selain melalui mekanisme school hiring, PT KAI juga membuka peluang kerja melalui job fair yang bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja di daerah.
“Dan mereka bekerja sama dengan Disnaker untuk melaksanakan job fairnya gitu. Kalau yang SMK sendiri itu, sekolah-sekolah yang jurusannya teknik ya. Ya, seperti SMK 2 Tarakan, SMK 3 Tanjung, dan SMK Tanjung Palas Timur yang jelas paling dekat, dan memang selalu dibina juga sama PT KAI,” ujarnya.
Meski demikian, Arinda mengakui dirinya tidak memiliki data rinci mengenai jumlah kebutuhan tenaga kerja perusahaan maupun angka pasti serapan tenaga kerja lokal.
“Kalau sepengatahuan saya sih, mereka sudah melakukan perekrutan untuk di Kaltara ini, membuka lowongan kerja di Kaltara, hanya cuma saya kurang tahu pastinya untuk jumlah yang mereka sebenarnya butuhkan berapa, dan yang bisa terpenuhi di Kaltara ini berapa.”
Ia memastikan bahwa komunikasi antara dunia industri dan dunia pendidikan di Kaltara tetap berjalan baik, serta program school hiring akan kembali digelar pada tahun ini.
“KAI itu setiap tahun melakukan school hiring itu mesti koordinasi dengan kami juga. Untuk Betul, 2026 insyaallah di bulan April mereka melakukan school hiring lagi,” tutupnya.
Melalui penjelasan ini, Dinas Pendidikan Kaltara menegaskan bahwa sinergi antara industri dan SMK di daerah terus diperkuat guna memberikan peluang kerja bagi lulusan lokal, khususnya pada jurusan teknik yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.(RK).










