EQUATOR-TV, BULUNGAN – Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai terasa mengganggu aktivitas warga di Kabupaten Bulungan.
Tidak hanya menghalangi pandangan, asap yang melayang di udara juga dikhawatirkan berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi penderita gangguan pernafasan, anak-anak, dan lansia.
Banyak masyarakat yang mengeluh, salah satunya Winda, warga Tanjung Selor, Bulungan yang mengaku merasakan langsung dampak keberadaan asap tersebut. Ia khawatir akan kualitas udara yang semakin memburuk belakangan ini.
“Bisa kita liat sendiri yah, dari dampak kebakaran sekarang ini, menimbulkan kabut asap dan itu juga sangat menggangu pandangan dan pernapasan kita”, ungkapnya pada Senin (24/08/2026).
“Apalagi saya sendiri punya penyakit asma dan saya juga memiliki anak kecil dan itu sangat-sangat menghawatirkan bagi kita yang punya anak kecil, terhirup asap yang sangat kotor”, sambungnya.
Ia juga prihatin karena masih banyak warga yang sengaja melakukan pembakaran sampah maupun lahan, yang justru menambah buruk kualitas udara di lingkungan sekitar.
“Tapi sungguh di sayangkan, terjadi Karhutla ini, sebagian besar orang-orang masih melakukan kegiatan seperti membakar sampah, dan itu juga saya sangat prihatin sekali dan bahkan untuk lahan sendiri pun ada yang di sengajain”, ujarnya.
Sementara itu, Spesialis Penyakit Paru, dr. Fadlun, Sp.P, menjelaskan secara medis bahwa paparan asap semacam ini tidak baik bagi kesehatan terutama pada pernapasan yang menyerang tanpa memandang usia.
“Tentunya itu tidak baik untuk sistem pernapasan kita, baik anak-anak, dewasa, orang tua, itu pasti akan berdampak semuanya”, ungkapnya.
Ia mengungkapkan bahwa tidak ada yang tahu secara pasti zat apa saja yang terkandung dalam asap hasil pembakaran tersebut.
“Kita tidak tau apa aja sih yang terbakar, apa aja sih bahayanya untuk tubuh kita, apalagi tubuh orang tua dan anak-anak juga masih belum sempurna sistem pernapasannya tiba-tiba dihantam dengan zat-zat yang berbahaya ini”, ujarnya.
Meskipun risiko kesehatan nyata, ia juga menyadari bahwa masyarakat tetap harus beraktivitas dan tidak bisa sepenuhnya berdiam diri di rumah menghindari paparan asap tersebut.
“Namun kita juga tidak bisa menghindar kita harus beraktivitas dan tidak bisa menghindar aktivitas diluar rumah”, ucapnya.
Selain itu, ia juga menyarankan agar masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Sementara saat berada di dalam rumah, segera menutup rapat pintu dan jendela agar asap dan polusi tidak masuk.(NA)









