EQUATOR-TV, BULUNGAN – Tangis dan kekhawatiran keluarga berakhir setelah seorang anak perempuan berusia lima tahun, N.S., yang dilaporkan hilang sejak Rabu (2/9/2026) dini hari, akhirnya ditemukan di perairan Sungai Teluk Selimau, kawasan PKMT, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Korban ditemukan sekitar pukul 13.35 WITA, setelah berjam-jam pencarian dilakukan tim SAR gabungan bersama warga di kawasan dermaga dan perairan Teluk Selimau.
Sebelumnya, N.S. dilaporkan meninggalkan rumah sekitar pukul 03.43 WITA. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), korban terlihat keluar dari rumah melalui jendela, kemudian berjalan ke arah simpang empat yang mengarah menuju Dermaga PKMT.
Keluarga yang menyadari korban tidak berada di rumah kemudian melakukan pencarian. Upaya tersebut meluas setelah warga menemukan sebuah telepon seluler yang diduga milik korban di sekitar Dermaga PKMT.
Temuan itu menjadi petunjuk penting dalam pencarian. Personel kepolisian bersama warga dan unsur SAR kemudian menyisir kawasan dermaga hingga perairan di sekitar PKMT.
Pencarian berlangsung intensif selama beberapa jam. Hingga akhirnya, sekitar pukul 13.35 WITA, seorang warga yang ikut dalam pencarian menemukan korban di perairan Sungai Teluk Selimau.
Korban ditemukan sekitar 200 meter ke arah hilir dari titik awal pencarian. Warga tersebut melakukan pencarian menggunakan peralatan tradisional sebelum akhirnya menemukan keberadaan korban.
Korban kemudian dievakuasi menggunakan speedboat Satpolairud menuju posko SAR.
Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Tanjung Selor untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Dalam operasi tersebut, personel Satpolairud bersama unsur SAR dan masyarakat melakukan penyisiran secara intensif di kawasan perairan PKMT dengan menggunakan kapal serta perlengkapan SAR yang tersedia.
Pencarian melibatkan Unit Siaga SAR Bulungan, BPBD Bulungan, TNI AL, Ditpolairud Polda Kaltara/Polairud Bulungan, Polsek Bulungan, BPBD Provinsi Kalimantan Utara, PMI Bulungan, serta masyarakat setempat.
Keberhasilan menemukan korban tidak lepas dari sinergi seluruh unsur yang terlibat, termasuk masyarakat yang turut turun melakukan pencarian sejak korban dinyatakan hilang.
Kepolisian mengimbau para orang tua, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir dan bantaran sungai, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak.
Kondisi lingkungan yang berdekatan dengan perairan dinilai membutuhkan kewaspadaan ekstra guna mencegah kejadian serupa.
Polri bersama seluruh unsur terkait menyatakan akan terus memberikan pelayanan dan pertolongan kepada masyarakat, termasuk memastikan keselamatan warga di kawasan pesisir dan perairan.(*)








