EQUATOR-TV, TANA TIDUNG – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kabupaten Tana Tidung, akan menerima dana sebesar kurang lebih 25 Miliar Rupiah dari Kementrian PUPR RI, melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V Tanjung Selor, yang berkedudukan di Kota Tarakan, untuk kebutuhan normalisasi dan perbaikan beberapa tapak pesisir sungai di wilayah daerah, kecamatan dan desa di Tana Kabupaten Tidung.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPRPKP Tana Tidung, Ir.Muhammad Noor Huda, S.T., M.A.P
mengatakan bahwa pemerintah KTT harus melakukan langkah cerdas untuk berburu sumber kucuran dana pusat, baik Inpres atau APBN melalui Kementerian PUPR RI, untuk mensiasati efesiensi anggaran yang mempengaruhi seluruh aktifitas program pembangunan di KTT.
“Kita saat ini lagi berproses untuk yang selanjutnya lagi. Karena inilah memang cara kita untuk mencari dana karena kondisi effisiensi ini. Alhamdulilah untuk tahun ini sudah jalan yang 25 miliar itu,” terang Noor Huda.
Dana tersebut kini sudah masuk dalam list post anggaran untuk KTT sebesar 25 miliar, dibawah kordinasi BWS Kaltara, untuk diturunkan ke KTT melalui DPUPRPKP.
Kepala DPUPRPKP KTT Ir.Rico Ardianto, S.T, M.T menjelaskan bahwa anggaran pusat untuk kegiatan Bidang SDA ini, digunakan dalam kegiatan normalilsasi irigasi untuk pengembangan sektor persawahan produktif di beberapa wilayah yang telah didata dan survei oleh DPUPRPKP KTT.
“Selanjutnya SDA ada juga pekerjaan APBN kurang lebih 25 miliar, itu sudah berkontrak juga, kurang lebih di tiga daerah irigasi, itu di Tidung Pale, Sedulun, Tana Merah,” jelas Rico.
Wilayah-wilayah yang mendapat suntikan dana tersebut yakni Desa Tidung Pale Seberang sebesar 5 miliar rupiah, 10 miiar rupiah untuk kegiatan normalisasi Desa Tanah Merah dan 9 miliar rupiah untuk normalisasi pengairan di wilayah Desa Sedulung. Kucuran dana pusat tersebut, akan di realisasikan di tahun 2026 ini.
Menurut Noor Huda, pengucuran dana APBN tersebut, diturunkan lewat aplikasi Sistem Informasi Program Usulan Irigasi (SIPURI) Kementerian PUPR Bidang BWS.
Secara teknis, proyek normalisasi ini tetap melalui tender yang akan di laksanakan oleh BWS Kaltara di Tarakan dan Tanjung Selor pada akhir tahun 2026.
Pemerintah KTT sendiri melalui DPUPRPKP Bidang SDA juga telah bergerak cepat melakukan normalisasi irigasi di wilayah Desa Safari sepanjang 1 kilometer.
Normalisasi irigasi tersebut, akan mengairi sawah produktif seluas 20 hektar, yang masuk dalam program peningkatan irigasi sebelumnya tahun 2026 ini.
Secara global, perencanaan program SDA KTT tahun 2026 ini, juga telah melakukan DID (Detail Engineering Design) Irigasi.
DID Irigasi diperuntukkan bagi beberapa wilayah kecamatan se-Kabupaten Tana Tidung, diantaranya di Desa Tengku Dacing dengan status sedang, berproses melalui aplikasi SIPURI seluas kurang lebih 50 hektar, begitu juga untuk wilayah normalisasi di Desa Safari kembali mendapat kucuran dana tambahan APBD KTT, yang akan diusulkan untuk Perubahan Anggaran 2027 ini, sebagai upaya lanjutan.
Normalisasi Desa Safari tersebut, ditingkatkan dengan menggunaan pasangan batu atau beton.
Kegiatan lain selain normalisasi dari Bidang SDA, DPUPRPMP Tana Tidung juga melakukan perbaikan titik sungai yang mengalami kerusakan fisik, termasuk pendakalan atau sedimentasi.
Hal lain yang dikerjakan bidang SDA DPPUPRPKP Tana Tidung adalah pembenahan titik genangan air termasuk di wilayah Puspem, maupun yang mengganggu aktifitas warga KTT. (SMO)








