EQUATOR-TV, BULUNGAN – Dengan tujuan memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan, guna meredakan kemarau panjang serta kebakaran hutan dan lahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan melaksanakan Sholat Istisqo Berjamaah di Halaman Masjid Agung Istiqomah, Tanjung Selor, pada Sabtu pagi (05/09/2026).
Sholat bersama kali ini dihadiri sejumlah jajaran pejabat daerah, unsur TNI, Polri, tokoh agama, serta ratusan warga yang hadir dengan penuh keikhlasan.
Mereka berkumpul bersama menyatukan doa dan harapan agar hujan segera turun mendinginkan bumi dan membersihkan udara dari kabut asap.
Dalam wawancaranya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bulungan yang juga menjabat sebagai Ketua Masjid Agung Istiqomah, H. Jamal, S.H., M.AP., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh pemerintah daerah dalam menghadapi situasi cuaca yang sedang terjadi.
“Kami atas nama pemerintah daerah Kabupaten Bulungan, pagi ini sebagai bentuk ikhtiar kita dalam hadapi, katakanlah ini musibah atau bencana berupa cuaca ekstrem, kekeringan, kita berikhtiar, dan tentunya melakukan upaya-upaya pemadaman seperti kejadian kebakaran hutan dan lahan”, ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa, selain upaya fisik di lapangan, sebagai umat beriman juga harus ikhtiar memohonan langsung kepada Sang Pencipta.
“Kita juga sebagai umat beragama melakukan Sholat Istisqo oleh keyakinan kita sebagai muslim bahwa menghadapi bencana kemarau dan kekeringan ini untuk meminta hujan dengan harapan mudah-mudahan dengan sholat dan doa yang kita lakukan bersama ini akan turun hujan, turun keberkahan dari Allah SWT”, ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulungan, H. Sapriansyah Alie, S.Ag., M.Pd., menjelaskan tata cara dan ketentuan pelaksanaan Sholat Istisqo sesuai panduan keagamaan, serta kapan kegiatan ini dapat dihentikan atau dilanjutkan kembali.
“Jadi setelah kita melaksanakan sholat istisqo hari ini, di Kabupaten Bulungan, itu kita tidak bisa memprediksi kapan turunnya hujan, kalau menurut persyaratan, bila terjadi hujan, menuhi paling tidak membasahi bagian-bagian tertentu dalam kehidupan kita seperti misalnya hutan dan sawah, maka insyaAllah kita hentikan sholat”, ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa jika hujan belum kunjung turun, maka kegiatan serupa akan tetap dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk ketekunan dan kesungguhan umat berdoa.
“Kemudian bila belum turun hujan, kita masih tetap melaksanakan sholat istisqo yang lainnya sesuai dengan kondisi atau situasi yang kita alami. Kalau misalnya paling tidak sebulan atau tiga bulan berikut belum turun hujan, maka insyaAllah kita kembali melaksanakan sholat istisqo”, tutupnya.(NA)









