EQUATOR TV, BULUNGAN – Untuk memberikan ruang pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kembali menghadirkan Job Fair 2025, yang digelar di Gedung Wanita, Bulungan pada Kamis (20/11/2025).
Dengan mengusung tema “Kolaborasi Menuju Kaltara Maju, Makmur, dan Berkelanjutan”, kegiatan ini diikuti sekitar 28 perusahaan dari sektor perkebunan, jasa, industri, hingga teknologi, yang membuka lowongan pekerjaan bagi para pencari kerja di Kaltara.
Sejak pagi, suasana di Gedung Wanita sudah dipadati para pencari kerja dari berbagai daerah. Bahkan banyak yang datang lebih pagi untuk mendapat nomor antrean lebih awal, guna mengikuti seleksi, hingga melakukan wawancara langsung.
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH., M.Hum, yang diwakili Wakil Gubernur Ingkong Ala, S.E., M.Si, mengatakan bahwa acara ini merupakan bentuk kolaborasi bersama, bukan hanya tugas pemerintah.
“Job fair ini melibatkan 28 perusahaan. Masalah lapangan pekerjaan tidak bisa diselesaikan satu pihak saja, jadi kolaborasi itu penting. Kita juga sudah tahu kebutuhan perusahaan, dan harapannya tenaga kerja lokal bisa mendapat prioritas,” ujarnya.
Menurutnya, kesempatan kerja seperti ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh anak muda Kaltara. Bagi para peserta yang lolos nantinya bisa menjaga disiplin dan tanggung jawab agar karier mereka berjalan lancar.
“Kalau dapat kerja tapi kemudian malas-malasan, ya percuma. Perusahaan juga tentu ingin pekerja yang punya kemauan belajar dan berkembang,” jelasnya.
Terkait kebutuhan tenaga kerja, tercatat sebanyak 287 posisi dibuka dari 28 perusahaan. Namun, pemenuhan lowongan tetap menyesuaikan syarat seperti usia, pendidikan, dan keahlian.
Salah satu kendala yang sering muncul adalah persyaratan pengalaman kerja. Menanggapi hal itu, Wagub menegaskan bahwa perusahaan tetap perlu memberi kesempatan kepada pelamar baru.
“Bagaimana mau punya pengalaman kalau belum pernah diberi kesempatan bekerja? Jadi perusahaan juga kita minta tetap membuka ruang untuk pelamar yang baru mulai,” tambahnya.
Ia juga menyinggung kebutuhan sertifikasi K3 yang banyak diminta perusahaan. Pemerintah memastikan bahwa pelatihan tersebut akan terus dibuka.
“Awal Desember rencananya ada lagi pelatihan K3 untuk 40 peserta. Kita siapkan agar anak-anak daerah bisa memenuhi kebutuhan industri,” imbuhnya.
Pemprov Kaltara juga akan terus memperluas penyelenggaraan kegiatan serupa di berbagai wilayah, demi mendukung penyerapan tenaga kerja lokal. (RT)










