EQUATOR-TV, PASER Di tengah hamparan area Gardu Induk (GI) 150 kV Grogot, Kabupaten Paser, deru aktivitas pembangunan kian intens. Bukan sekadar instalasi biasa, para pejuang kelistrikan dari PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) kini tengah berjibaku memasang ratusan peralatan vital guna memperkuat “jembatan” energi yang menghubungkan Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP KLT 1), fokus utama saat ini adalah percepatan pembangunan Extension 2 Line Bay arah GI Sei Durian.
Ini adalah misi krusial untuk memastikan sistem interkoneksi antarprovinsi tidak lagi hanya bergantung pada satu jalur tunggal.
Tahapan konstruksi kini memasuki fase paling krusial, erection dan installation.
Ratusan set peralatan utama mulai dari Disconnecting Switch (DS) , Circuit Breaker (CB), Current Transformer (CT), Capacitive Voltage Transformer (CVT), hingga Lightning Arrester (LA) dipasang satu per satu dengan ketelitian tinggi.
Bagi para pekerja di lapangan, setiap baut yang dikencangkan dan setiap komponen yang disejajarkan (alignment) adalah penentu kualitas aliran listrik yang akan dinikmati jutaan orang. Pemasangan konduktor busbar yang sedang berlangsung pun menjadi urat nadi yang akan menghubungkan daya dari satu titik ke titik lainnya di seluruh Kalimantan.
General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, mengungkapkan bahwa proyek ini adalah jawaban atas tantangan beban kelistrikan yang terus tumbuh. Selama ini, tulang punggung transmisi Kalsel-Kaltim bertumpu pada jalur GI Tanjung menuju GI Kuaro.
“Kami sedang membangun jalur alternatif yang kuat. Dengan hadirnya koneksi dari GI Grogot menuju GI Sei Durian ini, sistem kelistrikan kita memiliki fleksibilitas tinggi. Jika terjadi gangguan di satu jalur, jalur ini siap menyokong, sehingga risiko padam di masyarakat bisa kita minimalisir sedini mungkin,” tegas Basuki.
Saat ini, sistem transmisi dari Provinsi Kalimantan Selatan menuju Kalimantan Timur masih bertumpu pada satu jalur utama, yakni dari GI Tanjung menuju GI Kuaro.
Dengan hadirnya jalur baru dari GI Grogot menuju GI Sei Durian, diharapkan keandalan sistem interkoneksi antar wilayah dapat semakin meningkat, sekaligus meminimalisir potensi gangguan pada sistem kelistrikan.
Manager PLN UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, yang mengawal langsung di lapangan menjelaskan bahwa di balik megahnya struktur baja yang berdiri, ada prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang sangat ketat.
“Ini adalah pekerjaan presisi tinggi. Mulai dari mendirikan struktur baja hingga menempatkan peralatan sensitif seperti CB dan CT, semua ada hitungannya. Tim di lapangan bekerja dengan koordinasi yang solid, memastikan setiap pengujian awal dilakukan tanpa cela sebelum tiba waktunya energize (pemberian tegangan). Kami bekerja untuk hasil yang andal dan tahan lama,” jelas I Made.
Proyek yang dikerjakan oleh KSO Usaha Bakti Perkasa – PT Mahameru Energi Semesta ini telah menunjukkan progres positif sejak dimulai pertengahan April 2026. Kehadiran Extension 2 Line Bay GI Grogot ini bukan sekadar menambah aset fisik PLN, melainkan komitmen nyata untuk menghadirkan listrik yang stabil tanpa kedip bagi pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan hidup masyarakat di Tanah Kalimantan. (Narahubung Manager Perizinan dan Komunikasi PLN UIP KLT Teddy Kristianto, Email: plnuipkalbagtim@pln.co.id)










