EQUATOR-TV, BULUNGAN – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) resmi melakukan pengawasan dan pengaturan lalu lintas hewan kurban yang masuk ke wilayah Kaltara.
Hal ini seiring dengan dikeluarkannya surat edaran pembatasan lalu lintas ternak sapi ke Tarakan yang dibuat oleh pemerintah Kota Tarakan yakni Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
Langkah ini diambil demi menjaga keseimbangan pasar, stabilitas harga, serta kesehatan hewan dan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Peternakan, Surianto Samuel Taro, S.Pi., M.Si dalam wawancaranya dengan Tim Liputan Equator TV pada Kamis (30/04/2026) di Kantor DPKP Provinsi Kaltara, Tanjung Selor, Bulungan.
Menurut Surianto aturan yang diterbitkan bukan bermaksud membatasi pasokan sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan hewan kurban.
“Jadi itu kan bukan aturan dari kami, bukan edaran dari kami, itu edaran dari teman-teman rekan-rekan di kota Tarakan. Saya sudah baca itu dan sangat jelas di situ bahwa intinya bukan membatasi dalam hal bagaimana ya, dalam hal untuk mengurangi hewan kurban yang masuk sehingga nanti konsumen kita, masyarakat kita akan sulit untuk mendapatkan itu, bukan itu maksudnya” ucapnya.
“Jadi begini, saya ulas dari awal bahwa Kalimantan utara, terkhusus juga di Tarakan, Kalimantan Utara seluruhnya bahwa kita masih sangat tergantung dari hewan dari luar, konsumsi daging kita masih sangat tergantung dari luar, nah sehingga sekarang kita diprogram untuk menjalankan bagaimana sehingga produksi kita meningkat, baik itu sapi, unggas dan lain-lain sehingga bisa mencukupi kebutuhan kita di sini” sambungnya
Dengan adanya pengaturan ini, pemerintah ingin bersikap adil dan memastikan harga tetap terjangkau agar tidak terjadi inflasi yang memberatkan masyarakat.
“Nah, terkait menjelang hari raya besar ini, kita ketahui tadi bahwa stok di Tarakan sangat terbatas. Namun di Tarakan banyak peternak-peternak lokal juga yang memelihara itu, peternak lokal dalam satu asosiasi juga, supaya konsumen kita bisa memilih dari situ, kemudian ada juga sosok pedagang yang mendatangkan dari sana. Maksud dari surat tersebut, pemerintah harus adil ketika harga itu tinggi misalkan inflasi, ya pemerintah harus intervensi sehingga harga jangan tinggi,” jelasnya.
“Kemudian pemerintah juga harus adil di peternak lokal, supaya peternak lokal juga bisa lebih semangat lagi, sehingga bisa memelihara dan memenuhi kebutuhan dalam rumah tangga kita di kalimantan utara ini. Dan melihat kasus ini, apa yang disampaikan teman-teman disana itu pembatasan itu, dalam hal bukan membatasi dalam hal negatif, artinya menyikapi kondisi dan memperhitungkan peternak kita di dalam, hasil-hasil ternaknya itu, bisa terserap, kemudian mengatur yang dari luar untuk masuk sehingga konsumen juga bisa terpenuhi dengan baik, itu maksudnya”, sambungannya.
Ia juga menegaskan kembali maksud dari surat edaran tersebut, yaitu menyeimbangkan pasar agar peternak lokal dan pedagang luar sama-sama untung, serta harga terjangkau masyarakat.
“Nah itu yang akan kita laksanakan. Saya pikir itu maksud dari surat edaran yang dilakukan oleh rekan-rekan di Kaltara. Di rapat itu maksudnya, jadi terakomodir kita punya peternak daging sapinya, dengan harga yang baik, yang bisa diterima konsumen kemudian yang datang dari luar juga kita bisa mengaturnya, sehingga antara pedagang yang mendatangkan dari luar dengan peternak kita, bisa hidup. Nah, disitulah kehadiran pemerintah, harus hadir ditengah-tengah masyarakat” tegasnya.
Selain itu, pemerintah akan tetap memprioritaskan ternak lokal agar laku, dan mengatur pasokan luar demi menjaga harga tetap stabil.
“Iya, diprioritaskan di lokal, supaya bagaimana caranya peternak kita ini bisa juga menjual, kemudian dari luar itu yang dibatasi, maksudnya dibatasi itu bukan “jangan sampai itu masuk”, sehingga harga di dalam Kaltara atau di khusus di Tarakan akan melonjak nantinya dan terjadi inflasi, sehingga masyarakat kita menjerit, bukan itu. Jadi, kita harus serba hati-hati . Silahkan saja masuk, sehingga ternak-ternak mereka juga bisa laku nantinya menghadapi hari raya kurban ini” tutupnya.(NA)










