EQUATOR – TV.COM – TARAKAN
Hari ini Mahasiswa beserta Masyarakat yang tergabung Aliansi Nelayan melakukan aksi terkait harga udang yang tidak sesuai atau anjlok di Kaltara. Aksi ini dimulai sejak pukul 14.00 dengan titik kumpul di Stadion Datu Adil dan menuju simpang empat GTM Tarakan, Selasa (18/10/2022).
Aksi ini dimulai dengan orasi dari beberapa mahasiswa yang menuntut serta menagih janji pemerintah daerah terkait harga udang, Bahkan Mahasiswa sudah bersurat ke Pemerintah Daerah agar Gubernur dan Walikota hadir di tengah – tengah aksi hari ini, Namun tidak ada satupun perwakilan baik dari Pemda dan Pemkot hadir di tengah – tengah aksi.
Sempat terjadi ketegangan saat sebagian masyarakat yang turun aksi ingin menuju ke sebuah perusahaan udang, Namun hal ini tidak terjadi begitu lama karena salah satu perwakilan masyarakat naik ke podium dan menjelaskan kita satu komando sesuai kesepakatan titik aksi disimpang 4 GTM.
Saat ditemui di lokasi korlap aksi, Anjaswandy mengatakan. Melihat ketidakhadiran pihak pemerintah daerah yang terdiri gubernur dan walikota, itu menunjukan bahwa mereka tidak berpihak lagi ke masyarakatnya, aksi ini juga bukan aksi yang terakhir tetapi gerakan yang pertama, kemudian selanjutnya.

“Kami akan datang lagi dengan massa yang lebih besar untuk menuntut hak – hak dari masyarakat, karena kami turun atas aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, aparat dari kepolisian juga terpantau sigap dalam mengawal pengamanan aksi ini agar tetap kondusif. Saat dikonfirmasi Kasi Humas Polres Tarakan, IPDA Anita Susanti Kalam mengatakan.
“Situasi pengamanan yang dikerahkan 235 personil untuk Polres Tarakan dibantu unsur Brimob Polda Kaltara,” ujarnya.
Beberapa jalan menuju simpang THM diblokade Satlantas dan dialihkan ke jalan lain. Arus lalu lintas di simpang GTM sementara terhenti. Begitu juga arah dari Jalan Mulawarman diarahkan menuju Jalan Jenderal Sudirman.












