EQUATOR-TV, TARAKAN – Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan Dan Anak (PUSPA) Benuanta Provinsi Kalimantan Utara, menggelar kegiatan seminar dan workshop dengan tema “Peran Perempuan Dalam Membangun Ketangguhan Keluarga dan Ketangguhan Bangsa”, pada Selasa pagi (05/04/2023) di Hotel Diamond, Tarakan.
Ada yang berbeda pada kegiatan kali ini, dengan menghadirkan 5 wanita inspiratif Kaltara di sesi _”sharing session”_. Mereka berasal dari kalangan wanita biasa, yang berjuang dari nol dan dengan air mata.
“Kami tak akan berhenti berbuat, sebelum berdampak”, ujar Darmawati sebagai narasumber pertama. Darmawati dikenal sebagai pengiat parenting, literasi usia dini, pendiri komunitas juru cerita, duta baca Kaltara dan penulis ini, menyampaikan lika-liku sebagai juru cerita, hingga berhasil mendirikan sekolah dan beragam kegiatan trauma healing dipelosok Kaltara.
Selanjutnya, Eny Listiany wanita inspiratif kedua bercerita tentang statusnya sebagai Ibu tunggal dan pekerja kantoran, namun juga menggeluti dunia bakers spesial, “vegan bread”, Ide usaha yang diawali dari hobby suka makan ini, mengantarkannya menjadi pengusaha kue sehat brown sugar, serta tanpa bahan pengawet.
Selanjutnya, wanita inspiratif ketiga, adalah Susilowati. Susilowati menceritakan kiprahnya di bidang sosial, mengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dengan berkeliling dari RT satu dan RT lainnya untuk “melapak buku”, mengajari anak-anak baca, tulis dan hitung.
Wanita inspiratif keempat, yaitu Siti Amanah, adalah seseoran yang berkiprah
di dunia Lingkungan Hidup, melalui program Bank Sampah. Banyak para ibu yang datang sebatas menyetorkan sampah plastik dahulu, agar uangnya bisa untuk membeli sayur dan lauk supaya anak-anaknya bisa makan pada hari itu.
Dan yang terakhir yaitu, testimoni Rosimah sebagai ASN yg memiliki putri penderita disabilitas (downsyndrome). Sabita, putri ke 3 dari 4 bersaudara ini, kini sudah berusia 19 th, dan mampu hidup secara mandiri tanpa bantuan assistant, bahkan berbicara, mengaji, membaca, hingga pandai berenang.
Dalam kesempatan yang sama, kepada tim liputan,
Fanny Sumajouw, S.PI – selaku Ketua PUSPA Benuanta mengatakan bahwa, “Kehadiran 5 wanita inspiratif ini memang disengaja diambil dari kalangan wanita yg bukan tokoh, dan mereka diminta bercerita tentang pengalamannya, agar bisa menginspirasi wanita-wanita lain di Kaltara ini”, ujarnya.
Hal senada juga disampaikan
Dr. Anil Dawan, M.Th., Dr.Anil menyampaikan kesannya bahwa, “Penghargaan bukan sebuah tujuan tapi merupakan suatu hasil yang dicapai. Saya melihat hal ini sebagai sebuah ketangguhan, dimana mereka tidak seperti gelas dan jatuh, tapi ibarat bola basket yg ketika dijatuhkan akan bangkit dan mantul. Ada unsur kreativitas, tidak hanya terima nasib saja. Dan berjuang serta memantul atau melenting lebih tinggi. Bergerak terus hingga berdampak dan sangat menginspirasi kita semua.










