EQUATOR-TV.COM, BULUNGAN – Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Ingkong Ala, SE, M.Si didampingi Ketua TP PKK Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani menerima kunjungan kerja Tim Penilai Kinerja Provinsi Kalimantan Utara pelaksanaan 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di Balai Desa Jelarai Selor pada Kamis (11/5).

Wabup selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Bulungan mengungkapkan, pada 2022 Kabupaten Bulungan menurunkan prevalensi sebesar 5,4 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia.
“Capaian tersebut di atas rata-rata capaian Provinsi Kalimantan Utara dan nasional,” terang Wabup.
Sebagaimana diketahui, Desa Jelarai Selor menjadi salah satu lokus prioritas konvergensi percepatan penurunan stunting tahun 2022 berdasarkan Keputusan Bupati Bulungan Nomor 188.45/655 Tahun 2021.
Sejak ditetapkan sebagai lokus, Pemkab dan pemerintah desa bersinergi dalam Gemapagi (Gerakan Membangun Pangan Gizi) selaras dengan salah satu misi kabupaten yaitu Meningkatkan Kualitas SDM yang Sehat, Cerdas, Berkarakter dan Berdaya Saing).
Berdasarkan data operasi timbang tahun 2022, terjadi penurunan tingkat prevalensi stunting di Desa Jelarai sebesar 9,31 persen dari tahun sebelumnya.
Jumlah balita pendek dan sangat pendek pun turun secara signifikan dari 89 kasus menjadi 29 kasus termasuk penurunan jumlah keluarga beresiko stunting.
“Pemkab memberikan apreasiasi kepada PT PKN (Pesona Khatulistiwa Nusantara) dan Baznas Kaltara yang telah memberikan dampak positif percepatan penurunan stunting di Desa Jelarai Selor pada khususnya,” lanjut ucapnya.
Seperti diketahui, stunting memberikan dampak buruk pada anak, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Dampak jangka pendek stunting adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pada pertumbuhan fisiknya, serta gangguan metabolisme.
Sedangkan, dampak jangka panjang adalah penurunan kemampuan kognitif otak, kekebalan tubuh melemah sehingga mudah sakit dan memiliki risiko tinggi terkena penyakit metabolik.*** (ETV-04)











