EQUATOR-TV, TARAKAN – Dalam rangka memeriahkan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) III di Kota Tarakan, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) turut berkontribusi menyukseskan gelaran tahunan kali ini.
Kegiatan ini menjadi ajang untuk memperkenalkan beragam produk unggulan hasil olahan kehutanan dan perkebunan, seperti halnya Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang dibina oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Kaltara.
Plt. Kepala Bidang Penyuluhan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Hutan Adat (PPMHA) Dinas Kehutanan Kaltara, Susilawati, S.Hut., menjelaskan produk-produk yang ditampilkan di stan mereka.
“Dinas Kehutanan berkontribusi terhadap pelaksanaan Peda 3 KTNA di Tarakan tahun 2025 ini. Kita mengusung teman-teman di lima kabupaten/kota dari KPH, di mana KPH ini membawa juga teman-teman binaannya dari KPS-KPS dan KUPS. Ini ada yang di pesisir, ini produk-produk yang pesisir, yang ada madu kelulut, ada produk ikannya juga, ada macam-macam sambal-sambalan. Buah mangrove itu diolah menjadi selai dan sirup. Selain itu juga ada olahan kue, keripik, anyaman, hingga madu dari wilayah daratan,” jelasnya, pada Tim Liputan Selasa (30/9/25).
Produk-produk yang dipamerkan adalah cerminan potensi sumber daya alam Kaltara yang beragam, mulai dari pesisir hingga daratan. Kehadiran olahan mangrove, diantaranya sirup, selai, dan camilan menjadikanya sebagai daya tarik bagi pengunjung.
Inovasi tersebut menunjukkan bahwa bahan baku dari hutan pesisir dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Selain itu, madu kelulut, anyaman khas masyarakat lokal, dan produk ikan juga menjadi unggulan yang ditampilkan di stan ini.
Penyuluh Kehutanan Dinas Kehutanan Kaltara, Novita Anggraini, juga menambahkan bahwa saat ini terdapat 96 KPS dengan total 144 KUPS yang tersebar di seluruh Kaltara.
“Di Provinsi Kalimantan Utara kita ada sembilan puluh enam kelompok perhutanan sosial. Masing-masing kelompok perhutanan sosial memiliki unit-unit usahanya. Dari seratus empat puluh empat kelompok usaha tersebut, tidak semuanya berbentuk produk, ada juga yang bergerak di jasa lingkungan dan ekowisata. Produk-produk yang dibawa ke stan Peda ini hanya sebagian karena terkendala aksesibilitas. Untuk stan Dinas Kehutanan, kami mengusung dua tema, yaitu pesisir dan daratan,” paparnya.
Menurutnya, keikutsertaan mereka di Peda KTNA menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan hasil kerja KPS dan KUPS kepada masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa potensi yang ditampilkan tidak hanya berupa produk olahan, tetapi juga jasa lingkungan dan ekowisata yang mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor kehutanan.
Melalui partisipasi ini, Dinas Kehutanan Kaltara berharap dapat memperkuat promosi produk kehutanan dan perkebunan lokal. Mereka juga ingin membuka peluang pasar yang lebih luas bagi kelompok-kelompok binaannya. Selain itu, kehadiran di Peda KTNA menjadi bukti nyata peran sektor kehutanan dalam mendorong perekonomian masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam di Kaltara.(VT)










