EQUATOR-TV, TARAKAN – Pelaksanaan Pekan Budaya dan Festival Iraw Tengkayu ke-14 Kota Tarakan tahun ini semakin meriah dengan kehadiran Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Tarakan.
Ajang ini tidak hanya menampilkan berbagai atraksi budaya khas daerah, tetapi juga menghadirkan lima cabang olahraga tradisional yang dilombakan di dua lokasi utama, yakni Stadion Datu Adil dan Pantai Amal Kota Tarakan.
Bersamaan dengan momen Car Free Day, tiga cabang olahraga tradisional yang terdiri atas lomba gasing, lomba hadang, dan lomba egrang dilaksanakan pada Minggu pagi (5/10/2025) di Stadion Datu Adil.
Kehadiran olahraga tradisional di tengah festival budaya ini, menarik perhatian masyarakat yang turut hadir untuk menyaksikan sekaligus memberi dukungan kepada para peserta lomba.
Ketua Inorga Bidang Olahraga Tradisional Kormi Kota Tarakan, M. Ismail Usman, menjelaskan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk sinergi dalam memeriahkan Pekan Budaya dan Festival Iraw Tengkayu.
“Dalam meramaikan acara pekan budaya daerah, selain dilakukan festival budaya, kegiatan tersebut juga melibatkan pihak Kormi Tarakan dengan menggelar lima cabang olahraga inorga yang diperlombakan. Perlombaan ini berlangsung sejak 1 hingga 10 Oktober 2025,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasinya kepada panitia penyelenggara yang telah memberi ruang bagi Kormi untuk berpartisipasi. “Terima kasih kami dari keluarga besar Kormi Kota Tarakan karena diminta ikut serta oleh panitia Iraw yang ke-14. Kami mendukung sport karena kami di bidang Inorga Olahraga Tradisional ingin melestarikan budaya olahraga semua. Pada hari ini lomba yang digelar adalah egrang, gasing, dan hadang. Kami juga turut menyiapkan hadiah untuk para pemenang,” jelasnya.
Cabang olahraga gasing menjadi salah satu yang paling diminati masyarakat. “Peserta gasing yang ikut kali ini terdiri dari kategori pelajar SMP dan umum. Alhamdulillah kami membawa langsung ketua pelatih gasing Kota Tarakan, Pak Amir, yang sudah lima tahun bersama kami membina olahraga tradisional ini. Kami berharap ke depan lebih banyak masyarakat, pelajar, hingga umum yang mau bergabung dengan organisasi gasing untuk melestarikan budaya ini,” terangnya.
Keterlibatan Kormi Tarakan dalam festival ini diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat masyarakat untuk mencintai dan menjaga warisan budaya olahraga tradisional.
Ajang ini bukan hanya menjadi wadah hiburan, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda agar tidak melupakan permainan rakyat yang sarat nilai budaya. Dengan dukungan berbagai pihak, Pekan Budaya dan Festival Iraw Tengkayu tahun ini semakin berwarna dan penuh makna bagi masyarakat Tarakan.(VT)











