EQUATOR-TV, TARAKAN – Dewan Pimpinan Daerah Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) Kota Tarakan resmi dikukuhkan pada Selasa (12/8/2025) di Gedung Gereja Betesda Indonesia. Acara dimulai pukul 10.00 WITA dan dihadiri sekitar 25 orang dari total 30 pengurus yang dilantik.
Susunan pengurus yang baru dilantik dipimpin oleh Dr. Insinyur Djoko Susanto, MA., MPT., MATH sebagai Ketua, dengan Predi Ebtambingon, M.Th. sebagai Sekretaris.
Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Tarakan, dr. Khairul yang diwakili Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Badan Pesawaran Gereja Nasional Kota Tarakan, Pendeta Joko, serta Kapolres Tarakan yang diwakili oleh Kapolsek.
Ibnu Saud dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peran BAMAGNAS dalam mempererat hubungan antar umat Kristiani sekaligus memperkuat persatuan lintas agama.
“Pemerintah Kota Tarakan memandang BAMAGNAS sebagai mitra strategis dalam menjaga kerukunan. Kota ini hanya bisa maju jika warganya rukun, saling menghargai, dan mau menjadi bagian dari solusi, bukan sumber masalah,” ucapnya.
Ia juga mengajak semua pihak untuk kembali pada nilai persaudaraan yang mendasari ajaran agama. “Kalau kita percaya Tuhan itu satu, cuma namanya yang berbeda-beda. Kita bersumber dari satu asal, terutama yang Abraham, sama-sama dari Adam. Kenapa harus ada sengketa? Mari kita jaga Tarakan ini sebagai rumah bersama,” tegasnya.
Ibnu Saud juga menekankan pentingnya membangun komunikasi intens antar pemuka agama dan organisasi keagamaan agar potensi persoalan bisa diantisipasi sejak dini.
“Kalau persoalan sudah jadi masalah, risikonya tinggi. Harmoni yang sudah terjalin harus terus dipelihara, karena kalau tidak disiram dan dirawat, lama-lama bisa layu,” tambahnya.
Sementara itu, Wiyono Adie, Ketua Umum Bidang Organisasi KONI Provinsi Kaltara sekaligus pengurus BAMAGNAS, memaparkan visi dan misi organisasi yang berlandaskan persatuan umat Kristiani dalam bingkai NKRI.
Menurutnya, BAMAGNAS hadir bukan sebagai pesaing ormas yang ada, tetapi sebagai penguat untuk membentuk kekuatan bersama yang dapat memberi kontribusi positif bagi pemerintah.
“Semua agama yang di Indonesia adalah bagian dari kita. Kehadiran BAMAGNAS diharapkan membantu pemerintah, terutama menciptakan kerukunan beragama. Produk output terpenting adalah persatuan antar umat, sehingga pemerintah dapat bekerja dengan lebih nyaman dan tenang,” jelasnya.
Struktur BAMAGNAS bersifat hierarkis dan di Kalimantan Utara telah terbentuk di empat kabupaten dan satu kota, sehingga cakupannya sudah terpenuhi. Kinerja pengurus, menurutnya, telah mendapat perhatian dan umpan balik positif dari pemerintah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Pengukuhan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, aparat keamanan, dan masyarakat untuk menjaga keharmonisan serta mendukung pembangunan di Kota Tarakan dan Kalimantan Utara. (ZD)











