EQUATOR TV, TARAKAN – Menghadapi tantangan geografis yang unik di Provinsi Kalimantan Utara, Kementerian Pertanian RI melalui Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP menggelar Rapat Koordinasi Program Luas Tambah Tanam (LTT) Integrasi Kalimantan Utara. Rakor yang berlangsung pada 19–21 Maret 2025 di Swiss-Belhotel Tarakan ini bertujuan untuk menyusun strategi guna mencapai target penambahan luas tanam di wilayah tersebut.
Salah satu tantangan utama dalam program ini adalah karakteristik lahan di Kaltara yang banyak didominasi oleh daerah aliran sungai serta lahan cetak sawah yang belum tertata optimal. “Di Kaltara itu banyak sekali daerah aliran sungai, kemudian banyak sekali lahan-lahan itu yang sebetulnya bukan lahan OPLA tapi cetak sawah, sehingga ini yang sedang akan kita rapikan dan kita tata,” ujar ibu Dr. Inneke Kusumawaty, S.TP., M.P. selaku Kepala Pusat Pelatihan Pertanian yang juga hadir sebagai salah satu narasumber dalam Rakor tersebut.
Lebih lanjut, proses Survei Investigasi Desain (SID) juga menjadi perhatian utama. “SID sebelumnya yang sudah kita lakukan, masih juga harus kita verifikasi ulang, di mana kita memang perlu kehati-hatian dalam melakukan SID, agar pada saat pelaksanaan konstruksi itu tidak ada masalah. Konstruksi bisa berjalan smooth, kemudian persiapan masa tanam kedua yang kita jadwalkan di bulan Mei itu juga bisa kita capai,” jelasnya.
Dengan adanya SK Menteri Nomor 109 Tahun 2025, Kementan menargetkan penambahan luas tanam reguler di Kaltara sebesar 18.011 hektar. Melihat perkembangan dari tahun 2023 hingga Maret 2025, Kementan RI. “Kami melihat dari sandingan 2023 kemudian 2024, juga progres sampai dengan bulan Maret ini, kita optimis Kaltara akan bisa mencapai target tersebut,” tutupnya.
Tampak hadir juga pada Rakor kali ini, Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Ir.Heri Rudiono, M.Si. Melalui rakor ini, Kementan RI bersama jajaran pemerintah daerah serta DPKP Kaltara dan tim teknis lainnya, terus menyusun strategi agar tantangan di lapangan dapat diatasi dan target LTT di Kalimantan Utara bisa terealisasi sesuai rencana (VT).










